Indramayu, Reformasi.co – Menjelang dua hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2025, Polres Indramayu menggelar rapat koordinasi lintas sektoral sebagai langkah strategis memastikan seluruh tahapan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan aman dan tertib.
Rapat yang berlangsung di Aula Atmani Wedhana Polres Indramayu pada Senin (8/12/2025) ini difokuskan pada kesiapan pengamanan hingga hari pemungutan suara.
Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pemangku kepentingan. Hadir dalam rapat ini Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, Dandim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, Ketua DPRD Indramayu Hj. Nurhayati, Ketua Pengadilan Negeri Yogi Dulhadi, Kasat Pol PP Teguh Budiarso, Kepala BPBD Dadang Oce Iskandar, serta para pejabat utama Polres, Kapolsek jajaran, Danramil Kodim 0616, camat, panitia Pilwu dari 139 desa, hingga para tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan. Dengan cakupan pemilihan di 139 desa, koordinasi antarlembaga dipandang krusial guna mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, seperti mobilisasi massa, distribusi logistik, hingga keamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh tahapan Pilwu harus berlangsung aman, jujur, dan akuntabel. Ia menyampaikan apresiasi atas kelancaran persiapan yang telah dilakukan, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk menjaga komitmen bersama dalam memastikan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang berintegritas.
“Alhamdulillah, tahapan demi tahapan dapat berjalan dengan baik. Kami ingin seluruh elemen, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, memiliki komitmen yang sama agar Pilwu berlangsung dengan baik dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Fajar juga menekankan bahwa Pilwu bukan sekadar memilih figur pemimpin desa, tetapi menentukan arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik ke depan. Karena itu, kata dia, seluruh proses pemilihan perlu dijaga agar tetap kondusif dan transparan.
“Kepala desa yang terpilih harus bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Proses pemilihannya pun harus dijaga bersama,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, para peserta menerima pemaparan mengenai pemetaan wilayah rawan, strategi pengamanan TPS, hingga penegasan pentingnya menjaga netralitas seluruh aparat. Penguatan komunikasi di lapangan juga menjadi salah satu poin utama agar setiap perkembangan situasi dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat terkait bahaya hoaks, provokasi, serta pentingnya menjaga kerukunan antarwarga diperkuat untuk mencegah potensi konflik sosial.
“Kami mengajak seluruh warga menjaga ketertiban menjelang hari pencoblosan, mengedepankan persaudaraan, dan tidak terprovokasi ajakan yang berpotensi menimbulkan keributan,” imbau Fajar.
Dengan langkah koordinatif ini, Polres Indramayu berharap Pilwu serentak 2025 dapat berjalan aman, lancar, dan menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar dipercaya masyarakat.






