Today

Pelanggan Perumdam TDA Indramayu Mengeluh, Begini Jawaban Dirut

Boni Tabroni

perumdam tda

Indramayu, Reformasi.co – Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Darma Ayu Indramayu mengeluhkan penurunan kualitas layanan dalam beberapa hari terakhir. Keluhan didominasi oleh kondisi air yang keruh serta aliran yang mengecil, bahkan mati total di beberapa titik pemukiman padat penduduk.

Kondisi ini memicu reaksi beragam dari masyarakat yang bergantung pada pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Berdasarkan pantauan di lapangan, kekeruhan air diduga dipicu oleh proses perbaikan pipa serta fluktuasi kualitas air baku dari sumber permukaan.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu, Nurpan, memberikan penjelasan terkait kendala teknis yang sedang dihadapi perusahaan. Ia mengakui bahwa saat ini sistem distribusi tengah mengalami tekanan hebat akibat beban pelanggan yang sudah melebihi kapasitas (overload).

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Saat ini tim teknis sedang melakukan optimalisasi dan perbaikan di beberapa titik sentral. Masalah air keruh ini merupakan dampak residu dari pembersihan pipa dan fluktuasi tekanan saat kami mencoba menyeimbangkan distribusi, akibat air baku yang sangat pekat” ujar Dirut dalam keterangannya.

Beliau menambahkan bahwa fenomena overload pelanggan menjadi tantangan utama. Pertumbuhan jumlah sambungan rumah (SR) yang pesat di Indramayu belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi air (Liter per Detik) yang memadai di seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihak direksi telah menginstruksikan langkah-langkah darurat, di antaranya Wash Out (Pembersihan Pipa), melakukan pembuangan air di titik-titik ujung pipa untuk membuang endapan lumpur agar air kembali jernih, melakukan rekayasa aliran untuk memastikan wilayah yang berada di ujung jaringan tetap mendapatkan pasokan air meski dalam kondisi beban puncak, serta mengkaji percepatan peningkatan kapasitas produksi pada instalasi yang sudah mengalami kelebihan beban.

“Perbaikan ini kami lakukan demi menjamin stabilitas layanan jangka panjang. Kami terus berupaya agar distribusi air kembali normal dan jernih dalam waktu sedini mungkin,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

Tinggalkan komentar