Indramayu, Reformasi.co — Penguatan mesin partai politik mulai digerakkan dari tingkat akar rumput. Hal itu tercermin dalam kegiatan konsolidasi internal sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) dari DPP kepada DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu yang berlangsung di Desa Tegal Taman, Kecamatan Sukra, Sabtu (4/4/2026).
Agenda tersebut tidak hanya berfokus pada aspek organisasi, tetapi juga diiringi dengan aksi sosial berupa perbaikan rumah milik warga setempat, Darman, yang sebelumnya dalam kondisi tidak layak huni. Melalui program bedah rumah ini, partai berupaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi penanda bahwa aktivitas politik tidak berhenti pada simbol semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang menyentuh kebutuhan warga.
Ketua DPC PDI Perjuangan Indramayu, H. Sirojudin, menyampaikan bahwa penyerahan SK yang kini menjangkau hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) merupakan inovasi untuk memperkuat struktur partai di lapangan. Ia menilai, kebijakan tersebut mendorong partai agar lebih aktif bekerja di tengah masyarakat, tidak sekadar menjalankan fungsi administratif.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, langkah-langkah strategis, termasuk upaya menambah kursi legislatif, harus mulai dirancang sejak sekarang.
Sirojudin juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus agar menjaga kekompakan dan menghindari kepentingan sektoral. Dengan SK yang telah diterima, ia meminta seluruh struktur partai untuk bergerak lebih dinamis dan progresif.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia menyebut penyerahan SK untuk periode kepengurusan 2025–2030 harus menjadi titik awal bagi kerja nyata yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Menurut Ono, keberadaan kader partai harus dirasakan setiap hari oleh masyarakat, terutama dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan di tengah situasi yang penuh tantangan. Ia menekankan bahwa orientasi utama tetap pada aksi konkret, bukan semata perhitungan politik elektoral.
Lebih lanjut, Ono menjelaskan bahwa kepengurusan baru akan memperkuat sejumlah bidang strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya sektor kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan hidup, serta ketahanan pangan.
Di bidang kesehatan, partai akan menggerakkan relawan untuk mengawal pelayanan di fasilitas kesehatan agar masyarakat mendapatkan haknya secara optimal. Ia menegaskan, tidak seharusnya pasien ditolak oleh puskesmas maupun rumah sakit, meskipun dalam praktiknya masih ditemukan kendala.
Pada sektor pendidikan, relawan juga akan dilibatkan dalam mengawal persoalan yang kerap muncul, termasuk kasus penahanan ijazah oleh pihak sekolah. Sementara di bidang sosial, kader akan membantu proses pendataan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan tidak ada warga yang berhak terlewatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum dan Advokasi, Ronny Talapessy, menegaskan komitmen partai untuk membela masyarakat kecil yang kerap terpinggirkan. Ia menilai, kehadiran partai harus mampu menjadi jembatan bagi kelompok rentan dalam memperjuangkan haknya.
Sebagai tindak lanjut, partai akan membentuk pusat layanan pengaduan masyarakat guna menampung berbagai persoalan yang dihadapi warga. Selain itu, akan dibangun jaringan paralegal dengan melibatkan generasi muda yang akan dibekali pemahaman hukum.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di sekitarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan SK kepengurusan DPC PDI Perjuangan Indramayu oleh Ono Surono yang didampingi Ronny Talapessy serta jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Barat. Pada momen yang sama, bantuan bedah rumah juga secara simbolis diserahkan kepada Darman untuk memperbaiki tempat tinggalnya agar lebih layak dihuni.






