Indramayu, Reformasi.co – Memasuki Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada 19 Februari 2026 sesuai ketetapan pemerintah, manajemen Kilang Pertamina Balongan menegaskan komitmennya untuk menjaga kinerja operasional sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar perusahaan.
General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan pesan tersebut saat memberikan tausiyah menjelang pelaksanaan Salat Tarawih di Masjid Sabilul Muttaqien, Perumahan Pertamina Bumi Patra, Indramayu. Dalam kesempatan itu, ia mengajak para pekerja dan jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kualitas diri, baik secara spiritual maupun profesional.
Menurut Yulianto, terdapat empat aspek yang perlu dipersiapkan dalam menyambut Ramadan, yakni kesiapan jiwa, penguatan ilmu, kondisi fisik yang prima, serta pengelolaan aktivitas agar dipenuhi dengan amal kebajikan. Ia menekankan bahwa ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan turunnya semangat kerja, melainkan justru harus menjadi pendorong peningkatan produktivitas.
Ia juga mengingatkan seluruh pekerja agar tetap memprioritaskan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lindungan Lingkungan (HSSE) selama menjalankan ibadah puasa. Kepatuhan terhadap aturan keselamatan kerja, termasuk penerapan HSSE Golden Rules, dinilai krusial untuk menjaga kelancaran operasional kilang yang berperan strategis dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak nasional.
Di sisi lain, manajemen memastikan kegiatan produksi di Kilang Pertamina Balongan tetap berjalan optimal selama Ramadan. Area Manager Communication, Relation, dan CSR, Cecep Supriyatna, menyampaikan bahwa kilang beroperasi tanpa henti dengan kapasitas produksi mencapai 150 ribu barel per hari. Produksi tersebut ditujukan untuk menopang pasokan BBM di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
Tak hanya fokus pada operasional, perusahaan juga menyiapkan berbagai agenda keagamaan dan sosial. Melalui Badan Dakwah Islam (BDI) RU VI dan Bazma (Baituzzakah Pertamina RU VI), manajemen menyalurkan zakat profesi pekerja kepada masyarakat kurang mampu serta memberikan santunan kepada anak-anak yatim di sekitar wilayah operasi.
Rangkaian kegiatan Ramadan lainnya turut digelar di Masjid Sabilul Muttaqien Bumi Patra, antara lain pelaksanaan Salat Tarawih 11 rakaat, tadarus Al-Qur’an, kajian Islami, iktikaf, sahur bersama, serta penyediaan takjil dan hidangan berbuka puasa bagi musafir dan warga sekitar.
Pelaksanaan Tarawih pada malam pertama Ramadan berlangsung tertib dan khusyuk, dihadiri ratusan jamaah yang terdiri atas pekerja Refinery Unit Balongan dan masyarakat sekitar. Momentum ini diharapkan semakin mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan kilang dan kepedulian sosial selama bulan penuh berkah.





